Ngaji bareng Kyai Tanjung
Thursday, 28 January 2016
Wednesday, 27 January 2016
Kitab Al Hikam karya Ibnu Athoillah Al Iskandari
Kitab Al Hikam karya Ibnu Athoillah Al Iskandari
Kitab Al Hikam merupakan salah satu kitab klasik paling legendaris karya Syekh Ibnu Athaillah al Iskandari, yang berisikan kata-kata hikmah yang sangat tinggi nilainya, berisikan pemahaman tauhid, akhlak, dan ma'rifatullah
Dibagian akhir artikel ini anda bisa download mp3 lengkap pengajian kitab ini bersama KH imron jamil dan KH Yazid Bustomi
Sejarah Singkat Syekh Ibnu Athoillah
Syekh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari (w. 1309 M) hidup di Mesir di masa kekuasaan Dinasti Mameluk. Ia lahir di kota Alexandria (Iskandariyah), lalu pindah ke Kairo. Di kota inilah ia menghabiskan hidupnya dengan mengajar fikih mazhab Imam Maliki di berbagai lembaga intelektual, antara lain Masjid Al-Azhar. Di waktu yang sama dia juga dikenal luas dibidang tasawuf sebagai seorang “master” (syeikh) besar ketiga di lingkungan tarekat sufi Syadziliyah ini.
Ibn ‘Athaillah tergolong ulama yang produktif. Tak kurang dari 20 karya yang pernah dihasilkannya. Meliputi bidang tasawuf, tafsir, aqidah, hadits, nahwu, dan ushul fiqh. Dari beberapa karyanya itu yang paling terkenal adalah kitab al-Hikam. Buku ini disebut-sebut sebagai magnum opusnya. Kitab itu sudah beberapa kali disyarah. Antara lain oleh Muhammad bin Ibrahim ibn Ibad ar Rundi, Syaikh Ahmad Zarruq, dan Ahmad ibn Ajiba.
Beberapa kitab lainnya yang ditulis adalah Al-Tanwir fi Isqath al-Tadbir, ‘Unwan at-Taufiq fi’dab al-Thariq, miftah al-Falah dan al-Qaul al-Mujarrad fil al-Ism al-Mufrad. Yang terakhir ini merupakan tanggapan terhadap Syaikhul Islam ibn Taimiyyah mengenai persoalan tauhid. Kedua ulama besar itu memang hidup dalam satu zaman, dan kabarnya beberapa kali terlibat dalam dialog yang berkualitas tinggi dan sangat santun. Ibn Taimiyyah adalah sosok ulama yang tidak menyukai praktek sufisme. Sementara ibn ‘Athaillah dan para pengikutnya melihat tidak semua jalan sufisme itu salah. Karena mereka juga ketat dalam urusan syari’at.
Ibn ‘Athaillah dikenal sebagai sosok yang dikagumi dan bersih. Ia menjadi panutan bagi banyak orang yang meniti jalan menuju Tuhan. Menjadi teladan bagi orang-orang yang ikhlas, dan imam bagi para juru nasihat.
Ia dikenal sebagai master atau syaikh ketiga dalam lingkungan tarikat Syadzili setelah yang pendirinya Abu al Hasan Asy Syadzili dan penerusnya, Abu Al Abbas Al Mursi.
Meski ia tokoh kunci di sebuah tarikat, bukan berarti aktifitas dan pengaruh intelektualismenya hanya terbatas di tarekat saja. Buku-buku ibn Athaillah dibaca luas oleh kaum muslimin dari berbagai kelompok, bersifat lintas mazhab dan tarikat, terutama kitab Al Hikam yang melegenda ini.
Bagi anda yang mau mendengarkan pengajian kitab Alhikam bersama KH Yazid Bustomi ini silahkan download disini kalau dg KH Imron jamil download disini
Kitab Al Hikam merupakan salah satu kitab klasik paling legendaris karya Syekh Ibnu Athaillah al Iskandari, yang berisikan kata-kata hikmah yang sangat tinggi nilainya, berisikan pemahaman tauhid, akhlak, dan ma'rifatullah
Dibagian akhir artikel ini anda bisa download mp3 lengkap pengajian kitab ini bersama KH imron jamil dan KH Yazid Bustomi
Sejarah Singkat Syekh Ibnu Athoillah
Syekh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari (w. 1309 M) hidup di Mesir di masa kekuasaan Dinasti Mameluk. Ia lahir di kota Alexandria (Iskandariyah), lalu pindah ke Kairo. Di kota inilah ia menghabiskan hidupnya dengan mengajar fikih mazhab Imam Maliki di berbagai lembaga intelektual, antara lain Masjid Al-Azhar. Di waktu yang sama dia juga dikenal luas dibidang tasawuf sebagai seorang “master” (syeikh) besar ketiga di lingkungan tarekat sufi Syadziliyah ini.
Ibn ‘Athaillah tergolong ulama yang produktif. Tak kurang dari 20 karya yang pernah dihasilkannya. Meliputi bidang tasawuf, tafsir, aqidah, hadits, nahwu, dan ushul fiqh. Dari beberapa karyanya itu yang paling terkenal adalah kitab al-Hikam. Buku ini disebut-sebut sebagai magnum opusnya. Kitab itu sudah beberapa kali disyarah. Antara lain oleh Muhammad bin Ibrahim ibn Ibad ar Rundi, Syaikh Ahmad Zarruq, dan Ahmad ibn Ajiba.
Beberapa kitab lainnya yang ditulis adalah Al-Tanwir fi Isqath al-Tadbir, ‘Unwan at-Taufiq fi’dab al-Thariq, miftah al-Falah dan al-Qaul al-Mujarrad fil al-Ism al-Mufrad. Yang terakhir ini merupakan tanggapan terhadap Syaikhul Islam ibn Taimiyyah mengenai persoalan tauhid. Kedua ulama besar itu memang hidup dalam satu zaman, dan kabarnya beberapa kali terlibat dalam dialog yang berkualitas tinggi dan sangat santun. Ibn Taimiyyah adalah sosok ulama yang tidak menyukai praktek sufisme. Sementara ibn ‘Athaillah dan para pengikutnya melihat tidak semua jalan sufisme itu salah. Karena mereka juga ketat dalam urusan syari’at.
Ibn ‘Athaillah dikenal sebagai sosok yang dikagumi dan bersih. Ia menjadi panutan bagi banyak orang yang meniti jalan menuju Tuhan. Menjadi teladan bagi orang-orang yang ikhlas, dan imam bagi para juru nasihat.
Ia dikenal sebagai master atau syaikh ketiga dalam lingkungan tarikat Syadzili setelah yang pendirinya Abu al Hasan Asy Syadzili dan penerusnya, Abu Al Abbas Al Mursi.
Meski ia tokoh kunci di sebuah tarikat, bukan berarti aktifitas dan pengaruh intelektualismenya hanya terbatas di tarekat saja. Buku-buku ibn Athaillah dibaca luas oleh kaum muslimin dari berbagai kelompok, bersifat lintas mazhab dan tarikat, terutama kitab Al Hikam yang melegenda ini.
Bagi anda yang mau mendengarkan pengajian kitab Alhikam bersama KH Yazid Bustomi ini silahkan download disini kalau dg KH Imron jamil download disini
Ngaji Kitab Al-Hikam bersa KH Yazid bustomi
Anda yang kepingin belajar ilmu tasawuf minimal belajar kitab Alhikam karangan Ibnu attoillah alsakandari, disini saya bagikan link download mp3 lengkap ngaji kitab alhikam bersama KH Yazid bustomi
Silahkan download disini
Silahkan download disini
Tuesday, 26 January 2016
Sarasehan Kyai Tanjung pemurnian garuda part3
Monday, 25 January 2016
Sarasehan Kyai Tanjung islam tidak sekedar setebal buku part 1
Saturday, 23 January 2016
Sarasehan Kyai Tanjung Islam tidak sekedar setebal buku part 3
Friday, 22 January 2016
Bpk Kyai Tanjung menjalankan keberagaman dalam addin part 2
Wednesday, 20 January 2016
Ngaji Tasawuf bersama Kyai Tanjung, Syukur bukanlah perkara weteng
Tuesday, 19 January 2016
ngaji Tasawuf bareng Kyai Tanjung ,Menyingkap kemurnian Illahi yg tersem...
Sunday, 17 January 2016
Bpk Kyai Tanjung sarasehan Pemurnian Garuda part1
Ngaji Tasawuf Bareng Bpk Kyai Tanjung
Monday, 11 January 2016
ISA SABDA BERWUJUD MANUSIA
ISA SABDA BERWUJUD MANUSIA
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Bagaimana pernyataan bahwa al-Masih adalah
sabda yang berwujud manusia ?
Islam menolak tegas pernyataan bahwa Isa
al-Masih merupakan perwujudan dari ilahiah baik dalam pengertian lahiriah
ataupun dalam bentuk titisan dan inkarnasi laksana cerita pewayangan dimana
Batara Guru menjelma kedunia menjadi Semar.
Sungguh, al-Masih ‘Isa anak Maryam adalah utusan Allah dan
kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Roh dari-Nya, Karena itu,
berimanlah kamu kepada Allah dan para Rasul-Nya - Qs. 4 An-nisaa’ : 171
‘Isa itu sesungguhnya
Roh Allah dan Kalimat-Nya - Hadis riwayat Anas bin Malik
Istilah “Roh dariNya“ pada
ayat al-Qur’an maupun Hadis
diatas memiliki persamaan dengan firman Allah berikut ini :
Yang memulai penciptaan manusia dari tanah,
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (sperma) Lalu
Dia menyempurnakan kedalamnya Roh-Nya, dan Dia menjadikan untukmu pendengaran,
penglihatan dan hati Tapi, sedikit sekali jumlah kamu yang bersyukur ! - Qs. 32
As-Sajdah: 7-9
Thursday, 7 January 2016
SEBUTAN BAPA OLEH ISA
SEBUTAN BAPA OLEH ISA
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Kenapa Nabi ‘Isa menyebut Allah sebagai Bapa ?
Isitilah Bapa yang ditujukan bagi Tuhan secara
kontekstual tidak akan dijumpai dalam kitab suci al-Qur’an maupun al-Hadis, istilah ini hanya
bisa dijumpai dalam Alkitab yang menjadi kitab suci umat Kristen dewasa ini.
Namun demikian, seperti yang pernah kita bicarakan sebelumnya, kita juga harus
tahu bahwa al-Qur’an
merupakan wahyu terakhir yang diturunkan bagi semua manusia untuk semua etnis
bangsa dan bahasa, dan al-Qur’an secara umum menstandarisasikan semua bahasa yang digunakan oleh
Rasul-rasul sebelumnya kedalam bahasa Arab, yaitu bahasa yang dipergunakan oleh
Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir.
Contoh Nabi Shaleh, semua percakapannya dengan
umat beliau diceritakan didalam al-Qur’an dengan menggunakan bahasa Arab, padahal kaum Tsamud yaitu kaumnya
Nabi Shaleh, pada jaman itu tidak berbahasa Arab, begitu juga dengan Nabi Hud
terhadap kaumnya, ‘Aad, lalu
Nabi Nuh, mereka semua bukan keturunan Nabi Ibrahim yang menurunkan bangsa Arab.
Untuk itu kita perlu menelusuri sejarah pertumbuhan bahasa bangsa Israel dimana
Nabi ‘Isa diutus oleh Tuhan.
Menurut Bambang Budijanto (Lihat : Bambang
Budijanto, Torah dalam hidup Bangsa Israel, Penerbit Yayasan Andi, Yogyakarta,
hal. 85) penggunaan istilah “Anak Tuhan”
sendiri terhadap bangsa Israel secara umum telah lama dikenal dan contohnya bisa
dijumpai dalam Kitab Perjanjian Lama, misalnya :
Maka engkau harus berkata kepada Firaun :
Beginilah firman TUHAN : Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab itu
Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah
kepada-Ku
Monday, 4 January 2016
KONTROVERSI TRINITAS
KONTROVERSI TRINITAS
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Banyak hal sudah terjadi pada masa lalu
sehubungan dengan perbedaan sudut pandang terhadap konsep Trinitas yang berakhir
dengan pembantaian terhadap mereka yang menolak doktrin tersebut.
Berikut beberapa tokoh anti-Trinitas yang
hidupnya harus berakhir secara mengenaskan itu.
1. Iranaeus (130-200 M), dia lahir disaat
ajaran Kristen Antiokia sudah menyebar ke Afrika Utara, Spanyol hingga ke
Prancis Selatan. Tidak banyak catatan sejarah mengenai asal-usul dan
kedewasaannya, sejarah mulai mencatat masa dimana Iranaeus membawa surat petisi
dari Uskup Lyons Pothinus kepada Paus Elutherus di Roma.
Petisi itu berupa permohonan Pothinus kepada
Paus untuk menghentikan pengejaran, penyiksaan dan pembunuhan terhadap
orang-orang Kristen yang tidak menyetujui doktrin gereja Pauline.
Ketika masih berada di Roma, Iranaeus mendapat
berita bahwa semua orang Kristen yang tidak sepaham dengan Paulus yang ada di
Lyons Antiochia termasuk uskup Pothinus sendiri telah tewas dibunuh. Dan pada
waktu kembali ke Lyons, Iranaeus menggantikan Ponthinus untuk menjabat sebagai
uskup dinegrinya.
Ditahun 190 M, Iranaeus sendiri menulis surat
kepada Paus Victor agar menghentikan pembantaian terhadap orang-orang Kristen
yang dibunuh karena keyakinan mereka yang berbeda dengan keyakinan gereja
Paulus.
Saturday, 2 January 2016
ANALISA TRINITAS
ANALISA TRINITAS
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Telah umum dalam pemahaman orang-orang Kristen
bahwa Tuhan dikonsepkan menjadi 3 oknum, yaitu : Tuhan Bapa (God the Father),
Tuhan anak (Jesus the Christ) dan Tuhan Roh Kudus (The Holy Spirit); Dan
ketiga-tiga oknum ini didalam keyakinan mereka merupakan sehakikat dan satu
dalam kesatuannya.
Adanya kehadiran Jesus yang disebut sebagai
Tuhan anak (The Son of God) didalam salah satu unsur ke-Tuhanan Kristen, tidak
hanya dipandang sebagai kiasan (metafora), namun lebih cenderung dalam arti yang
sebenarnya. Oleh karena perkataan Tuhan anak disini digunakan dalam arti yang
sebenarnya, maka perkataan “Tuhan Bapa”
disini seharusnya juga digunakan pula dalam arti "Bapa" yang sesungguhnya, sebab
dengan demikian pemahaman ini menjadi benar.
Namun hal ini akan menjadikan suatu hal yang
mustahil untuk dapat diterima oleh akal sehat !
Karena diri "anak" yang sebenarnya dari
sesuatu, adalah mustahil akan memiliki suatu zat dengan diri sang "Bapa" yang
sesungguhnya dari sesuatu itu juga.
![]() |
| Add caption |
Sebab pada ketika "zat" yang satu itu disebut
anak, tidak dapat ketika itu juga "zat" yang satu ini disebut sebagai Bapa.
Begitupula sebaliknya, yaitu pada ketika zat yang satu itu disebut sebagai Bapa,
tidak dapat ketika itu kita sebut zat yang sama ini sebagai anak dari Bapa itu.
Ketika zat yang satu ini kita sebut sebagai
Bapa, maka dimanakah zat anak ?
Friday, 1 January 2016
Kesalahan Umum dalam Shalat
Kesalahan Umum dalam Shalat
Bismillahirrohmanirrokhim
Bismillāh, Allāhumma yassir wa a’in
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal hamba yang pertama kali
akan dihisab adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, dia sukses dan berhasil,
dan jika shalatnya rusak, dia sangat rugi” (HR. Nasa-i, Turmudzi, dan
dinilai shahih oleh Al Albani).
Semua
orang yang memahami hadits ini sangat menyadari, betapa pentingnya nilai shalat
dalam syariat. Dan untuk bisa mendapatkan nilai sempurna dalam shalat, hampir
tidak mungkin dilakukan oleh hamba mengingat banyaknya kekurangan yang kita
lakukan. Sekalipun ini hampir tidak mungkin, namun setidaknya kita berusaha
nilai amal shalat kita mendekati sempurna. Diantara usaha yang bisa kita
lakukan adalah menekan semaksimal mungkin angka kesalahan yang terjadi selama
kita shalat.
Dua
Kesalahan dalam Shalat
Dalam
shalat kita mengenal ada gerakan atau bacaan yang statusnya sebagai rukun
shalat, wajib shalat, dan sunah shalat. Karena itu, kesalahan yang dilakukan
masyarakat ketika shalat, bisa kita kelompokkan menjadi dua :
Pertama, kesalahan yang bisa membatalkan shalat. Itulah semua
kesalahan yang bisa mengurangi kadar rukun atau wajib shalat. Sehingga dia
dianggap belum mengerjakan rukun atau wajib shalat tersebut.
Kedua, yang tidak sampai membatalkan shalat. Kesalahan ini tidak
sampai mengurangi kadar rukun atau wajib shalat.
Kesalahan
yang Sering Terjadi Dalam Shalat
Berikut
beberapa kesalahan yang sering dilakukan kaum muslimin ketika shalat. Sebagian
ada yang mengancam keabsahan shalatnya dan sebagian tidak sampai membatalkan
shalat.
Subscribe to:
Comments
(
Atom
)




