Shalat adalah tiang agama dan rukun Islam yang kedua, dia adalah ibadah yang pertama kali akan dipertanggung jawabkan oleh seorang hamba di hadapan Allah SWT pada hari kiamat. Maka wajib bagi setiap muslim memperhatikan pelaksanaan shalat ini sebgaimana yang telah diperintakan oleh Nabi Muhammad SAW dan dengan tata cara yang telah dijelaskan oleh beliau.
Diriwyatkan dari Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya dari hadits Malik bin Al-Huwairits bahwa Nabi bersabda:
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”[1].
Diriwayatkan oleh Al-Thabrani di dalam kitab Al-Ausath dari Abdullah bin Qorth bahwa Nabi bersabda:
"Amalan hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat, apabila baik maka baiklah seluruh amalnya dan apabila rusak maka rusaklah seluruh amalnya”.[2]
Lalu, apakah cara shalat yang kita lakukan sudah benar seperti yang dicontohkan Rasulullah? Apakah cara berdiri, cara takbiratul ikhram, cara mengangkat tangan, cara sedekap, cara ruku, cara sujud, cara duduk antara, cara duduk tahyat awal, cara duduk tahyat akhir, cara salam, kefashihan seluruh bacaan, pemahaman arti gerak dan bacaan sudah pernah diuji kebenarannya? Jika belum pernah diuji… bagaimana kita yakin bahwa cara shalat kita sudah benar?
BEBERAPA KESALAHAN YANG SERING TERJADI DALAM MENDIRIKAN SHOLAT;
Didalam shalat terdapat beberapa kesalahan yang sering terjadi pada orang yang melakasanakan shalat.
Perkara ini saya ingatkan guna memenuhi hak Allah Ta’ala dan menunaikan kewajiban memberikan nasehat, diantara kesalahan tersebut adalah:
1. BERDIRI TANPA ADANYA SUTRAH;
Jika kita ingin shalat dengan cara shalat Nabi, pakailah sutrah! Inilah sabdanya: